Skip to main content
Sering Dilarang Main Game? Riset Buktikan Bermain Konsol Game Justru Bikin Sehat Mental!

Sering Dilarang Main Game? Riset Buktikan Bermain Konsol Game Justru Bikin Sehat Mental!

Bermain video game ternyata tidak selalu berdampak buruk, bahkan bisa menjadi obat stres yang ampuh! Sebuah penelitian di Jepang membuktikan bahwa bermain konsol game seperti Nintendo Switch atau PlayStation 5 (PS5) secara signifikan mampu mengurangi stres psikologis dan meningkatkan kepuasan hidup. Riset yang melibatkan puluhan ribu responden dari tahun 2020 hingga 2022 ini menemukan bahwa orang yang mulai rutin bermain game di masa pandemi COVID-19 memiliki kondisi kesehatan mental yang jauh lebih baik.

Bagaimana para ilmuwan bisa membuktikan hal ini? Jawabannya ada pada kelangkaan barang. Saat pandemi, stok PS5 dan Switch sangat langka di Jepang, sehingga toko-toko terpaksa menjualnya lewat sistem undian (lotre). Situasi unik ini dimanfaatkan oleh para peneliti sebagai "eksperimen alami". Mereka membandingkan kelompok orang yang beruntung menang undian (dan akhirnya punya konsol game) dengan mereka yang kalah. Hasilnya mengejutkan: mereka yang menang undian dan bermain game terbukti lebih bahagia dan tingkat stresnya menurun drastis dibandingkan yang tidak.

Data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemenang undian rata-rata menambah waktu bermain game mereka sekitar setengah jam per hari. Namun, ada satu syarat penting dari ilmuwan: manfaat positif ini ada batasnya! Riset menemukan bahwa jika kamu bermain game lebih dari 3 jam sehari, manfaat psikologisnya justru mulai berkurang. Artinya, bermain game sangat bagus untuk meredakan penat sekolah atau tugas, asalkan kamu tidak bermain sampai lupa waktu.

Menariknya lagi, efek bahagia dari tiap konsol ternyata berbeda-beda. Peneliti menemukan bahwa Nintendo Switch memberikan efek bahagia yang merata untuk segala usia dan gender, mungkin karena game-nya lebih ramah keluarga dan asyik dimainkan bersama-sama. Sementara itu, PS5 terbukti lebih efektif mengurangi stres pada pria dewasa atau mereka yang belum memiliki anak, namun efek bahagianya sedikit lebih rendah pada remaja. Ilmuwan menduga, main PS5 di kalangan remaja kadang memicu perdebatan dengan orang tua di rumah soal aturan jam bermain.

Penemuan yang diterbitkan di jurnal bergengsi Nature Human Behaviour (2024) ini sangat penting karena berhasil mematahkan stigma negatif masyarakat. Selama ini, video game sering dituduh sebagai pemicu perilaku agresif atau sekadar buang-buang waktu. Kini, sains punya bukti kuat: bermain video game dengan porsi yang pas adalah cara healing yang valid, sehat, dan terbukti secara ilmiah mampu menjaga kewarasan mental kita!

Source: https://doi.org/10.1038/s41562-024-01948-y

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.